Abrasi Pantai di Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi

Authors

  • Melfinna Balitbangda Kabupaten Bekasi
  • Siti Umi Kalsum Balitbangda Kabupaten Bekasi

Keywords:

abrasi, akresi, identifikasi karakteristik, identifikasi kerugian, identifikasi eksisting

Abstract

Abrasi atau akresi merupakan salah satu bencana alam yang disebabkan oleh dua faktor yakni faktor alami dan aktivitas manusia. Abrasi ataupun akresi juga terjadi di pantai Muaragembong Bekasi. Hasil pengamatan dengan program DSAS selama 34 tahun (1988-2022) terjadi perubahan garis pantai di 13 zona lokasi pengamatan, 8 zona abrasi (seluas 2.463,31 Ha) dan 5 zona akresi (seluas 317,91 Ha). Kerugian dampak abrasi yang dirasakan masyarakat pantai Muaragembong rata-rata total kerugian akibat abrasi pantai adalah sebesar Rp.11.625.000/orang/tahun dan sebesar Rp.1.034.625.000/tahun yang meliputi kerugian harta benda dan biaya penimbunan lahan sekitar lokasi tempat tinggal. Terjadinya abrasi di Muaragembong dilihat dari 3 identifikasi yakni identifikasi karakteristik, identifikasi kerugian dan identifikasi eksisting. Upaya untuk mengurangi dan menaggulangi abrasi di Muaragembong dengan peranan pemerintah daerah dan provinsi terhadap manajemen dampak abrasi dari segi sosial, ekonomi dan ekologi masyarakat ataupun dari segi penaggulangan berbasis teknik sipil breakwater serta Penegakan hukum secara tegas terhadap oknum yang melakukan alih fungsi mangrove.

Downloads

Published

2023-12-01