Kajian Modelling Hidrologi-Oseanografi pada Zona Abrasi di Pantai Muaragembong
DOI:
https://doi.org/10.1234/bdijournal.v4i1.153Keywords:
pasang surut, pelindung pantai, gelombang lautAbstract
ABSTRAKAbrasi adalah kerusakan garis pantai akibat dari terlepasnya material pantai, seperti pasir atau lempung yang terus menerus di hantam oleh gelombang laut atau dikarenakan oleh terjadinya perubahan keseimbangan angkutan sedimen di perairan pantai atau hilangnya daratan di wilayah pesisir. Fenomena abrasi disebabkan oleh faktor alami maupun nonalam. Proses-proses alami dapat berupa proses hidro-oseanografi dari laut, misalnya akibat hempasan gelombang, perubahan pola arus, angin dan fenomena pasang surut. Proses abrasi yang paling dominan disebabkan oleh kinerja gelombang laut. Abrasi yang terjadi di Muaragembong disebabkan oleh kegiatan manusia seperti penambangan substrat dan alih fungsi lahan menjadi faktor penting penyebab abrasi di Muaragembong Berdasarkan hasil survey primer yang dilakukan, Zona 11 dan 12 merupakan zona dengan level abrasi yang sangat berat, penanggulangannya hanya bisa dilakukan dengan menempatkan struktur pelindung pantai (shore protection) tepat di garis pantai awal. Berdasarkan hasil pemodelan Skenario Rencana 1, ukuran pelindung pantai (shore protection) pada Zona 11 dan 12 yaitu sepanjang 8.53 km. Pelindung pantai (shore protection) di Zona 11 dan 12, serta Breakwater di Zona 10, dapat dibangun bertahap dengan memprioritaskan area kritis abrasi, terutama area-area terbuka yang memungkinkan gelombang menjalar ke area darat yang sudah terabrasi. Direkomendasikan untuk memprioritaskan Shore Protection Segmen 2, 3, 6 dan 7. Kemudian setelahnya dapat dibangun shore protection di Zona 11 dan 12 secara keseluruhan, paralel dengan pembangunan Breakwater Segmen 1 dan 2 di Zona 10.




