Peningkatan Kapasitas Kerja Dan Besaran Honor Linmas Di Kabupaten Bekasi
DOI:
https://doi.org/10.1234/bdijournal.v4i1.160Keywords:
kapasitas kerja linmas, honor linmas, perlindungan masyarakatAbstract
Abstrak
Linmas sebagai garda terdepan di tingkat masyarakat, memerlukan dukungan yang memadai untuk menjalankan tugasnya dengan baik. Pada pelaksanaan tugasnya, Linmas dihadapkan pada berbagai tantangan, antara lain: kurangnya kapasitas kerja Linmas dalam menjalankan tugasnya, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap mental serta besaran honor yang belum memadai. Tujuan dari penelitian ini adalah (i) mengidentifikasi kondisi kapasitas kerja Linmas di Kabupaten Bekasi, (ii) mengidentifikasi kebutuhan dalam upaya meningkatkan kapasitas kerja linmas di Kabupaten Bekasi, (iii) mengidentifikasi aspek honorarium dan mekanisme pembiayaan bagi Linmas di Kabupaten Bekasi, dan (iv) merumuskan rekomendasi kebijakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang bertujuan menggambarkan kondisi atau fenomena saat ini secara sistematis dan akurat. Pengukuran dilakukan pada populasi fokus penelitian dengan Skala Guttman model cross-sectional. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mendapatkan data dalam bentuk angka dan persentase, memberikan gambaran yang jelas tentang faktor dan lingkungan yang diteliti. Linmas Kabupaten Bekasi menunjukkan komitmen kuat meski menghadapi tantangan seperti variasi honor. Analisis menunjukkan bahwa Linmas Kabupaten Bekasi memiliki tantangan dalam kapasitas kerja dan honor. Mayoritas bekerja 26 hari per bulan dengan jam kerja 12 jam dan menerima honor Rp. 200.000, menunjukkan ketimpangan. Kinerja anggota perlu peningkatan pelatihan dan penyesuaian honor ke Rp. 1.075.000. Masyarakat memberi penilaian positif terhadap kinerja Linmas, namun ada kebutuhan perbaikan, terutama dalam penanganan bencana dan pertahanan negara.
Kata kunci: Kapasitas Kerja Linmas, Honor Linmas, Pelindungan Masyarakat




